Selasa, 10 Desember 2013

sosiologi

SEJARAH KELAHIRAN SOSIOLOGI

 Perkembangan Awal – Para pemikir Yunani kuno beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja (abad ke-5-abad ke-14 M). Abad Pencerahan: Rintisan Kelahiran Sosiologi – Abad ini ditandai dengan beragam penemuan dibidang ilu pengetahuan  Abad revolusi: Pemicu Lahirnya Sosiologi – Terjadi perubahan revolusioner sepanjang abad ke-18 M. – Muncul kesadaran akan HAM yang mengaibatkan terjadinya Revolusi Perancis.  Kelahiran Sosiologi – Sejumlah ilmuwan menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. – Sosiologi dicetuskan pertamakali oleh Auguste comte sebagai ilmu positif tentang masyarakat dengan pendekatan makro  Kelahiran Sosiologi Modern – Sosiologi lahir di Eropa namun berkembang pesat di Amerika – Imigrasi di Amerika mengakibatka banya peubahan – Ilmuwan mempelajari fakta sosial dengan pendekatan baru,pendekatan makro.

  BATASAN PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP SOSIOLOGI
 Istilah sosiologi pertamakali dikemukakan oleh Auguste Comte (Bapak Sosiologi) Sosiologi: Socius (Latin) berarti teman, kawan masyarakat. Sedangkan Logos (Yunani) berarti kata atau berbicara Jadi sosiologi berarti berbicara mengenai teman, kawan, atau masyarakat Ebagai sebua ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat diontrol secara kriti oleh orang lain atau umum Ruang lingkup sosiologi meliputi interaksi sosial antarindividu maupun antar kelompok sosial.

   DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI
 Pitirim A. Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, antara gejala sosial dengan gejala non sosial serta ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial lain Auguste Comte Ilmu positif tentang masyarakat, jadi masyarakat perlu dipahami dengan cara observasi dan klasiikasi Max Weber Ilmu yang behubungan dengan pemahaman interpretatif mengenai aktivitas atau tindakan sosil manusia atau masyarakat Emile Durkheim Ilmu yang mempelajari fenomena atau fakta sosial. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial Soerjono Soekanto Ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

CIRI DAN HAKIKAT SOSIOLOGI
 Ciri-ciri sosiologi:
 – Empiris, didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat skulatif
 – Teoritis, selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pegamatan yang merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjlaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori
 – Kumulatif, disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama
 – Nonetis, pembahasan suatu permasalahan tidak mempermasalahakan baik atau buruk masalah tersebut tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

Hakikat Sosiologi: Sosiologi adalah ilmu sosial Dilihat dari segi penerapannya sosiologi digolongkan ke dalam ilmu pengetahuan murni dan dapat pula menjadi ilmu terapan Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum manusia dan masyarakatnya

  SEJARAH KELAHIRAN SOSIOLOGI 
Kelahiran sosiologi dilatarbelakangi oleh revolusi Industri di inggris dan Revolusi Sosial di Prancis Pertama kali dicetuskan oleh Auguste Comte  Di Indonesia sosiologi mulai berkembang setelah indonesia merdeka, tepatnya pada tanggal 7 september 1955

PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
 Perkembangan awal Abad pencerahan: Rintisan kelahiran sosiologi Abad revolusi: pemicu lahirnya sosiologi Kelahiran sosiologi klasik kelahiran sosiologi modern

DEFINISI SOSIOLOGI
Sosiologi (socius dan logos) socius (Latin)-> teman, kawan, masyarakat. Logos (Yunani) -> kata, berbicara, ilmu Ilmu yang mempelajari manusia dengan segala tingkah lakunya Auguste Comte Ilmu positif tentang masyarakat. Dlam mempelajari masyarakat diperlukan pendekatan akademikdengan observasi dan klasifikasi yang sistematis sehingga dapat memahami masyarakat sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan.
Marx Weber Ilmu yang berhubungan dengan pemahaman interpretatif mengenai tindakan sosial manusia
Van Der Zanden Studi ilmiah tentang interaksi manusia

Emile Durkheim Ilmu yang mempelajari fenomena atau fakta sosial.
 Pitirim A. Sorokin Ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, antara gejala sosial dengan gejala non sosial, dan ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial
Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi Ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.

Sosiologi merupakan ilmu sosial bukan ilmu alam ataun ilmu rohani Sosiologi bersifat kategoris bukan normatif Sosiologi merupakan ilmu murni bukan terapan Sosiologi bersifat abstrak bukan konkrit Sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pola-pola umum interaksi Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan empiris-rasional Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan khusus Obyek soiologi: Obyek formal, kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan manusia Obyek material, manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat

HAKIKAT DAN OBJEK ILMU SOSIOLOGI

 MANFAAT SOSIOLOGI
Sosiologi membantu seseorang untuk mengontrol dan mengendalikan setiap tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan bermasyarakat Mengkaji status dan peran kita sebagai anggota masyarakat serta menilai budaya lain yang belum kita ketahui Membantu memahami nilai, norma, tradisi, dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat lain serta memanfaatkan perbedaan tanpa menimbulkan konflik Membuat kita lebih tanggap , kritis dan rasional dalam menghadapi gejala-gejala sosial masyarakat yang makin kompleks


METODE SOSIOLOGI Di dalam sosiologi terdapat 2 aliran besar: Sudut Pandang Positivistik Naturalistik Aliran ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran ilmu pengetahuan alam. Lebih banyak menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei sebagai andalannya Sudut Pandang Kulturalistik Humanistik Sudut pandang ini menyatakan tidak semua fenomena sosial dapat diangkakan dan pendekatan kuantitatif dapat mengungkapkan fenomena sosial yang kompleks. Oleh karena itu aliran ini menggunakan pendekata kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengamatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar